SELEMAT DATANG DI BLOG SAYA

SELEMAT DATANG DI BLOG SAYA
ILHAM

Jumat, 22 April 2016

 Pengenalan OSI Layer
  OSI LAYER Adalah Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap‐tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenisjenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing‐masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.























1. Layer Application
    Layer Application berfungsi Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah http,ftp smtp, dan nfs
 2. Layer Presentation
     Layer Presentation Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. 
3.   Layer Sesion 
      Layer Sesion Berfungsi untuk mendefenisikan bagaimana koneksi dapat dibuat,dipelihara, atau dihancurkan selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4. Layer Transport
    Layer Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima 
5. Layer Network
    Layer Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat ip membuat header untuk packet-packet dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router .
6 . Layer DataLink
     Layer DataLink Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras.,
7. Layer Physical
    Layer Physical Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan
 
  

Sabtu, 23 Mei 2015

                            CARA MEMBUAT ROUTER DI UBUNTU SERVER


Cara Membuat PC Router di Ubuntu 12.04 Server - Postingan kali ini adalah cara membuat pc router di ubuntu 12.04 server. Apa itu PC router? PC router adalah komputer yang bertindak sebagai router. Router sendiri merupakan salah satu perangkat dalam jaringan komputer, berfungsi sebagai penghubung dua jaringan atau lebih yang berbeda. 

Secara sederhana, ketika ada dua buah jaringan atau lebih yang masing-masing memiliki alamat yang berbeda, maka router akan bertindak sebagai gateway atau jembatan yang menghubungkan jaringan-jaringan tersebut, sehingga jaringan-jaringan tersebut dapat terhubung satu dengan lainnya.

Nah, kali ini kita akan membuat ubuntu server kita bertindak sebagai router. Di mana setiap interface nya (eth0, eth1,dst) menjadi jembatan untuk jaringan yang memiliki alamat yang berbeda dapat saling tehubung menjadi suatu jaringan. Caranya cukup mudah, langsung saja simak langkah-langkahnya berikut ini.


1.Langkah Membuat PC Router

Dalam hal ini saya menggunakan alamat IP seperti pada tutorial sebelumnya tentang DHCP server, sobat dapat melihat kembali postingan saya sebelumnya yaitu Cara Install dan Konfigurasi DHCP Server di Ubuntu 12.04 Server. Di sini saya menggunakan dua interface (eth0 & eth1) pada ubuntu server yang akan bertindak sebagai PC router, dengan subnetting IP (Saya asumsikan sobat sudah mengerti subnetting IP address) sebagai berikut.

eth0

Network ID = 192.168.0.0

IP range = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.14

Broadcast ID = 192.168.1.15

Subnetmask = 255.255.255.240

eth1

Network ID = 192.168.1.16

IP range = 192.168.1.17 s/d 192.168.1.30

Broadcast ID = 192.168.1.31

Subnetmask = 255.255.255.240


** Dengan kata lain, pada ubuntu server milik sobat harus menggunakan 2 LAN Card, masing-masing LAN Card ada bertindak sebagai eth0 dan juga ada yang bertindak sebagai eth1.


Langkah pertama, kita ubah alamat IP pada ubuntu dengan mengetikkan perintah berikut.

nano /etc/network/interfaces

lakukan settingan seperti pada gambar berikut.


Jangan lupa menyimpan perubahan yang sudah dilakukan dengan menekan tombol Ctrl+O dilanjutkan dengan menekan tombol Enter dan Ctrl+X pada keyboard.



2.Langkah kedua, lakukan konfigurasi pada file sysctl.conf dengan mengetikkan perintah berikut.

nano /etc/sysctl.conf


Lalu, hilangkan tanda yang berada di depan tulisan net.ipv4.ip_forward=1. Perhatikan pada gambar berikut.


Setelah itu simpan perubahan dan keluar.




3.Langkah ketiga, lakukan konfigurasi pada file rc.local. Caranya sama seperti di atas dengan mengetikkan perintah berikut.

nano /etc/rc.local


Lalu lakukan konfigurasi seperti gambar berikut dan jangan lupa di simpan. :)








4.Langkah keempat, ketikkan perintah berikut pada terminal.

nano /etc/network/option


Lalu isikan perintah berikut.


ip_forward = yes
spoofprotect = yes
syncookies = no


Jangan lupa menyimpan perubahan dan keluar.


Langkah terakhir adalah lakukan restart pada ubuntu server milik sobat dengan mengetikkan perintah.


init 0


Jika sudah, sobat bisa mencobanya. Coba hubungan ubuntu server milik sobat dengan 2 buah komputer dengan menggunakan kabel cross over. Lakukan settingan IP sebagai berikut.


Komputer 1 (Terhubung dengan LAN Card 1 atau eth0)


Ip address = 192.168.1.2

Subnetmask = 255.255.255.240
Gateway = 192.168.1.1  < eth0

Komputer 2 (Terhubung dengan LAN Card 2 atau eth1)


Ip address = 192.168.1.18

Subnetmask = 255.255.255.240
Gateway = 192.168.1.16  < eth1

Jika sudah, coba lakukan ping ke alamat 192.168.1.1 dari komputer 1 dan ke alamat 192.168.1.17 dari komputer 2. Lalu coba ping dari komputer 1 ke komputer 2 dan sebaliknya. Jika berhasil, maka hasil ping akan reply. Jika RTO (Request Timed Out) berarti masih gagal. Coba periksa lagi konfigurasi sobat dari awal atau cek konfigurasi pada file resolv.conf (baca 
postingan sebelumnya tentang .

Selasa, 12 Mei 2015

OSI LAYER

                                                 PENGERTIAN OSI LAYER 

  OSI LAYER Adalah Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap‐tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenisjenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing‐masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.




1. Layer Application
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.

 2. Layer Presentation
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.

3. Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.

4.Layer Transport
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.

5. Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network

6. Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.

7. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.

                                                     SEKIAN DULU DARI GUA , !!!!!!!!!!?????